Rabu, 05 Oktober 2011

CaTataN GaLau

merasa sendiri, diabaikan dan tidak pantas dapat kasih sayang dengan jiwa begitu nelangsa. Ingin menangis sejadi-jadinya tapi malu..
orang-orang hanya selalu bersikap oportunis tanpa peduli kesusahan orang lain. terlalu naifkah diri ini jika segala bentuk kebaikan mengharapkan balas???atau jangan-jangan jiwa ini telah sakit karena tak mampu lagi merasakan sebentuk rasa tulus, ikhlas dan tanpa pamrih??
heemm.....atau memang benar diri ini telah menjadi sosok oportunis pula??hingga kebaikan yang tertabur selalu mengharap adanya kompensasi. sungguh...betapa matrealisnya jiwa ini.
ketika logika menyadari betapa segala yang dirasa adalah sebagai bentuk distorsi dari kejiwaan mengapa jiwa dengan segala bentuk tindakan tidak mampu melangkah dari ranah yang salah??
betapa jiwa ini terasa begitu tersiksa saat mengingat perlakuan seorang hamba Allah yang diskenariokan untuk menyakiti hati ini??
terkadang hanya kejenuhan yang timbul dan mulai pandai membandingkan anugerah Tuhan dengan segala keinginan yang diidamkan. alhasil bukan rasa syukur yang terucap melainkan gugatan demi gugatan yang membuat diri menjadi kian merana. aku juga tau yang sebenarnya harus aku perbuat ketika Tuhan menampakkan wajah neraka itu kepadaku, tapi mengapa raga ini tak mampu melakukan sebuah tindakan nyata untuk menyapa-Nya dengan frekuensi lebih. kalau pun kuantitas itu ada...hanya menjadi bilangan rekaat saja tanpa ada kedekatan yang intim dengan-Nya. sungguh kerontang nya jiwa ini..dan nestapanya hati ini. aku ingin merdeka dari rasa ini...aku ingin kembali tertawa lepas, makan lahap, tidur dengan nyenyak. bukan tawa sumbang, ritual makan dan menjadikan tidur sebagai pelarian.
Tuhan....siramilah jiwa yang nyaris mati ini. berikanlah tetesan cinta-Mu...seperti hujan yang membasahi bumi sebagai bentuk kerinduannya kepada bumi.
Tuhan...aku juga ingin menumpahkan segala gulana ini...dan tolonglah aku...saat semua permohonanku terkabul. ijinkan aku menikah.....seperti saat aku menginginkan diterima di sebuah sekolah favorit kala itu. kala Engkau menjawabnya dengan manis.
jawablah do'aku kali ini...kirimkanlah orang yang namanya telah Engkau tuliskan sebagai jodohku di Lauhul Mahfudz sana untuk hamba. jawablah keinginan terbesarku. jadikanlah akhir kisah penantian panjang ini sebagai dongeng kehidupan dengan akhir yang mengesankan. tentu tak ada yang sulit bagi-Mu.
Jadikanlah hati ini untuk senantiasa berada di dekat-Mu. dan jangan pernah bosan saat aku meneteskan air mata pengharapan kepada-Mu.
Tuhan....hanya satu keinginanku...ijinkanlah aku menikah dengan orang yang tepat. dan jadikanlah dia yang terbaik untuk ku begitu pula sebaliknya. jika Engkau memang telah berkehendak untuk mempertemukan nya dengan ku jadikanlah kami sepasang anak manusia yang sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama. bukan karena keterpaksaan ataupun karena kasihan. jadikanlah kami sama-sama lapang hati untuk menerima satu sama lain.
Allah....kabulkan do'aku ya!!! :)  

Selasa, 04 Oktober 2011

posting pertamaku

Sebenarnya sudah lama kepengen punya blog tapi tidak pernah terwujud untuk membuatnya....akhirnya setelah baca buku ACOT (a cup of tea 4 complicated relationship) dan novelnya dee yang berjudul Madre keinginan itu makin tak terbendung....(heeMM....sedikit alay). Apalagi dilatarbelakangi banyak penulis ataupun orang terkenal berawal dari blognya. Siapa tau bisa maen film seperti Raditya Dika atao orang tenar lainnya...heee,....(Gila popularitas ceritanya...) tak apalah..... :D
Sebenarnya cuma pengen mengembangkan minat tulis menulis yang telah lama mati. Berharap kematian itu bisa ber-reinkarnasi menjadi "Bakat" tidak hanya sekedar "Minat". Kebetulan sekali saatnya pas banget!!! Siapa tau bisa jadi obat patah hati. :D