Bahan :
Ubi jalar
Air atau Asi
Cara membuat :
1. Kukus ubi hingga empuk
2. Blender dengan air atau ASI
3. Sajikan untuk bayi 6 bulan
eeta's diary
Senin, 30 Desember 2013
Rabu, 21 Maret 2012
saat pertama bersamamu
Berawal
dari sms yang sengaja entah tidak, kita dipertemukan dalam ekspedisi yang
menakjubkan! Berawal dari celah tak terduga dari buah manggis dengan janji
menikmati buah durian di Kalibawang. Kau memberikan tawaran menarik. Sms
ajakanmu tidak langsung aku jawab...pura-pura tidak antusias..padahal aku sudah
ingin melompat-lompat kegirangan. Jaim dikitlah....he.he...hingga malam hari
kaupun memimta kepastian untuk mengajakku pergi...dan akupun menyetujuinya.
Bukannya
pergi ke Kalibawang rute ekspedisi kita pun berubah dengan alasan...kalau makan
duren bisa kapan2!!ha.ha...taktik yang luar biasa sebenarnya!!tapi anehnya
akupun hanya bisa menurut ajakanmu untuk pergi ke pantai Baron lanjut ke pantai
Kukup. Hemm....perjalanan di luar dugaan saat kau mengajakku menyusuri bukit
dari pantai Baron hingga Kukup. Medan yang sungguh tidak biasa namun entah energi dalam bentuk apa
yang merasukiku hingga nyeri haid yang biasa aku rasakan saat tiga hari
menstruasi menjadi tidak terasa. Perjalanan nan romantis dan memacu adrenalin
karena kita berada sedekat itu untuk pertama kalinya. Meskipun kau masih
terlihat canggung untuk sekedar menggandeng tanganku atau menawarkan uluran
tangan saat jalanan menurun tapi aku tau...ada berbongkah perasaan yang
membuncah dalam dadamu. Perjalanan sejauh dan seterjal itu terasa begitu
eksotis!!. Apalagi saat kita menemukan pantai Kukup nan indah dengan butiran
pasirnya yang kecoklatan menambah kesan tak terlupakan.
Kala
itu....saat kita duduk di bongkahan batu nan teduh di pinggir pantai menikmati
deburan ombak yang memecah dalam hening. Ingin rasanya aku menyandarkan
kepalaku di bahumu, tapi ada daya perasaan malu mengalahkan segalanya.
Akupun
semakin tidak paham saat kau menjepretkan kamera hape samsung milikmu di
jejak-jejak langkah kita di atas pasir. Apa indahnya objek seperti itu bantinku...
ternyata kau tak ingin melewatkan setiap keping moment dari kebersamaan kita...
dan aku baru menyadarinya saat semakin sering menghabiskan waktu bersamaku....
Hanya sang
waktu yang mampu menjadi saksi akan kebersamaan kita...akankah tetap menghangat
ataukah membeku pada
akhirnya....entahlah....
Tapi satu
yang pasti kau telah mampu membuatku tersadar bahwa mozaik masa lalu bukan
untuk ditangisi..tapi kau mengajarkan aku bahwa pedih, perih, dan nestapa masa
lalu hanya rangkain cerita yang akan membawa kita pada pendewasaan diri dan
perbaikan diri untuk orang yang mencintai kita. Dan akupun mulai setuju saat
aku tak perlu menangis lagi karena aku telah menghanyutkan onggokan rasa usang
yang tak terjamah itu di samudra hindia itu bersamamu.
Dan
kaupun mengajarkan aku bahwa kebahagian itu dapat dirasakan karena kita telah
lebih dulu mengerti bagaimana rasa sakit itu.....
Semoga
Allah memang menuliskan namamu dan namaku di Luhul Mahfuz sana....
Amin......
J
Selasa, 20 Maret 2012
jogja i'm in love :)
SAAT SEMUANYA TERASA BEGITU FANTASTIS DAN SPORADIS
Jogja I’m in love...begitulah kata yang tepat
untuk menggambarkan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Berawal dari
keisenganku menambahkan namanya dalam daftar teman di akun jejaring sosial
fesbuk. Saat semua postingan darinya terasa begitu menarik untuk diamati dan
dikomentari. Yaa...Kholik Aji Nugroho dialah namanya..seseorang yang telah
berhasil membuat sirna kelabu di langit hatiku karena patah hati. Aku pikir tak
ada lagi orang lain yang aku idealkan untuk mencintaiku selain “pecundang”
ulung di masa laluku. Ternyata aku salah...aku justru menemukan orang itu lebih
dari yang aku ekspektasikan. Seorang pria cerdas nan dinamis, lemah lembut,
penyabar, dan begitu menyayangiiku. Ada lagi yang membuatku semakin hari tak
mampu berpaling darinya....dia begitu bergairah!! :D
Kami berdua berkomitmen pada tanggal 12/02/2012
sebuah tanggal yang cantik menurut dia. Tapi setelah diamati ternyata tanggal
itu memang cantik!!! Aksi pernyataan cintanya begitu seksi..saat dia mengajak
aku untuk menceburkan diri ke sungai di bawah air terjun sri getuk yang mirip
sungai amazone (menurut kami). Saat itu dia mulai berani memegang
pinggungku...merengkuhku dalam dekapannya. Semua terasa begitu hangat dan
menenangkan. Ini foto kami sesaat dia mengungkapkan perasaannya....
Rabu, 05 Oktober 2011
CaTataN GaLau
merasa sendiri, diabaikan dan tidak pantas dapat kasih sayang dengan jiwa begitu nelangsa. Ingin menangis sejadi-jadinya tapi malu..
orang-orang hanya selalu bersikap oportunis tanpa peduli kesusahan orang lain. terlalu naifkah diri ini jika segala bentuk kebaikan mengharapkan balas???atau jangan-jangan jiwa ini telah sakit karena tak mampu lagi merasakan sebentuk rasa tulus, ikhlas dan tanpa pamrih??
heemm.....atau memang benar diri ini telah menjadi sosok oportunis pula??hingga kebaikan yang tertabur selalu mengharap adanya kompensasi. sungguh...betapa matrealisnya jiwa ini.
ketika logika menyadari betapa segala yang dirasa adalah sebagai bentuk distorsi dari kejiwaan mengapa jiwa dengan segala bentuk tindakan tidak mampu melangkah dari ranah yang salah??
betapa jiwa ini terasa begitu tersiksa saat mengingat perlakuan seorang hamba Allah yang diskenariokan untuk menyakiti hati ini??
terkadang hanya kejenuhan yang timbul dan mulai pandai membandingkan anugerah Tuhan dengan segala keinginan yang diidamkan. alhasil bukan rasa syukur yang terucap melainkan gugatan demi gugatan yang membuat diri menjadi kian merana. aku juga tau yang sebenarnya harus aku perbuat ketika Tuhan menampakkan wajah neraka itu kepadaku, tapi mengapa raga ini tak mampu melakukan sebuah tindakan nyata untuk menyapa-Nya dengan frekuensi lebih. kalau pun kuantitas itu ada...hanya menjadi bilangan rekaat saja tanpa ada kedekatan yang intim dengan-Nya. sungguh kerontang nya jiwa ini..dan nestapanya hati ini. aku ingin merdeka dari rasa ini...aku ingin kembali tertawa lepas, makan lahap, tidur dengan nyenyak. bukan tawa sumbang, ritual makan dan menjadikan tidur sebagai pelarian.
Tuhan....siramilah jiwa yang nyaris mati ini. berikanlah tetesan cinta-Mu...seperti hujan yang membasahi bumi sebagai bentuk kerinduannya kepada bumi.
Tuhan...aku juga ingin menumpahkan segala gulana ini...dan tolonglah aku...saat semua permohonanku terkabul. ijinkan aku menikah.....seperti saat aku menginginkan diterima di sebuah sekolah favorit kala itu. kala Engkau menjawabnya dengan manis.
jawablah do'aku kali ini...kirimkanlah orang yang namanya telah Engkau tuliskan sebagai jodohku di Lauhul Mahfudz sana untuk hamba. jawablah keinginan terbesarku. jadikanlah akhir kisah penantian panjang ini sebagai dongeng kehidupan dengan akhir yang mengesankan. tentu tak ada yang sulit bagi-Mu.
Jadikanlah hati ini untuk senantiasa berada di dekat-Mu. dan jangan pernah bosan saat aku meneteskan air mata pengharapan kepada-Mu.
Tuhan....hanya satu keinginanku...ijinkanlah aku menikah dengan orang yang tepat. dan jadikanlah dia yang terbaik untuk ku begitu pula sebaliknya. jika Engkau memang telah berkehendak untuk mempertemukan nya dengan ku jadikanlah kami sepasang anak manusia yang sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama. bukan karena keterpaksaan ataupun karena kasihan. jadikanlah kami sama-sama lapang hati untuk menerima satu sama lain.
Selasa, 04 Oktober 2011
posting pertamaku
Sebenarnya sudah lama kepengen punya blog tapi tidak pernah terwujud untuk membuatnya....akhirnya setelah baca buku ACOT (a cup of tea 4 complicated relationship) dan novelnya dee yang berjudul Madre keinginan itu makin tak terbendung....(heeMM....sedikit alay). Apalagi dilatarbelakangi banyak penulis ataupun orang terkenal berawal dari blognya. Siapa tau bisa maen film seperti Raditya Dika atao orang tenar lainnya...heee,....(Gila popularitas ceritanya...) tak apalah..... :D
Sebenarnya cuma pengen mengembangkan minat tulis menulis yang telah lama mati. Berharap kematian itu bisa ber-reinkarnasi menjadi "Bakat" tidak hanya sekedar "Minat". Kebetulan sekali saatnya pas banget!!! Siapa tau bisa jadi obat patah hati. :D
Sebenarnya cuma pengen mengembangkan minat tulis menulis yang telah lama mati. Berharap kematian itu bisa ber-reinkarnasi menjadi "Bakat" tidak hanya sekedar "Minat". Kebetulan sekali saatnya pas banget!!! Siapa tau bisa jadi obat patah hati. :D
Langganan:
Postingan (Atom)






