Rabu, 21 Maret 2012

saat pertama bersamamu


Berawal dari sms yang sengaja entah tidak, kita dipertemukan dalam ekspedisi yang menakjubkan! Berawal dari celah tak terduga dari buah manggis dengan janji menikmati buah durian di Kalibawang. Kau memberikan tawaran menarik. Sms ajakanmu tidak langsung aku jawab...pura-pura tidak antusias..padahal aku sudah ingin melompat-lompat kegirangan. Jaim dikitlah....he.he...hingga malam hari kaupun memimta kepastian untuk mengajakku pergi...dan akupun menyetujuinya.
Bukannya pergi ke Kalibawang rute ekspedisi kita pun berubah dengan alasan...kalau makan duren bisa kapan2!!ha.ha...taktik yang luar biasa sebenarnya!!tapi anehnya akupun hanya bisa menurut ajakanmu untuk pergi ke pantai Baron lanjut ke pantai Kukup. Hemm....perjalanan di luar dugaan saat kau mengajakku menyusuri bukit dari pantai Baron hingga Kukup. Medan yang sungguh tidak  biasa namun entah energi dalam bentuk apa yang merasukiku hingga nyeri haid yang biasa aku rasakan saat tiga hari menstruasi menjadi tidak terasa. Perjalanan nan romantis dan memacu adrenalin karena kita berada sedekat itu untuk pertama kalinya. Meskipun kau masih terlihat canggung untuk sekedar menggandeng tanganku atau menawarkan uluran tangan saat jalanan menurun tapi aku tau...ada berbongkah perasaan yang membuncah dalam dadamu. Perjalanan sejauh dan seterjal itu terasa begitu eksotis!!. Apalagi saat kita menemukan pantai Kukup nan indah dengan butiran pasirnya yang kecoklatan menambah kesan tak terlupakan.
Kala itu....saat kita duduk di bongkahan batu nan teduh di pinggir pantai menikmati deburan ombak yang memecah dalam hening. Ingin rasanya aku menyandarkan kepalaku di bahumu, tapi ada daya perasaan malu mengalahkan segalanya.
Akupun semakin tidak paham saat kau menjepretkan kamera hape samsung milikmu di jejak-jejak langkah kita di atas pasir. Apa indahnya objek seperti itu bantinku... ternyata kau tak ingin melewatkan setiap keping moment dari kebersamaan kita... dan aku baru menyadarinya saat semakin sering menghabiskan waktu bersamaku....
Hanya sang waktu yang mampu menjadi saksi akan kebersamaan kita...akankah tetap menghangat ataukah membeku pada  akhirnya....entahlah....
Tapi satu yang pasti kau telah mampu membuatku tersadar bahwa mozaik masa lalu bukan untuk ditangisi..tapi kau mengajarkan aku bahwa pedih, perih, dan nestapa masa lalu hanya rangkain cerita yang akan membawa kita pada pendewasaan diri dan perbaikan diri untuk orang yang mencintai kita. Dan akupun mulai setuju saat aku tak perlu menangis lagi karena aku telah menghanyutkan onggokan rasa usang yang tak terjamah itu di samudra hindia itu bersamamu.
Dan kaupun mengajarkan aku bahwa kebahagian itu dapat dirasakan karena kita telah lebih dulu mengerti bagaimana rasa sakit itu.....


Semoga Allah memang menuliskan namamu dan namaku di Luhul Mahfuz sana....
Amin...... J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar